8 Agustus 2025
08.00

Pembahasan Richard H. Sillitoe di SGA 2025

Pada pertemuan Society for Geology Applied to Mineral Deposits (SGA) 2025 yang diselenggarakan di Colorado School of Mines, Golden, Colorado, ahli geologi ekonomi terkemuka Richard H. Sillitoe membagikan perspektifnya mengenai menurunnya tingkat penemuan tembaga (Cu) serta langkah-langkah ke depan untuk menghidupkan kembali keberhasilan eksplorasi.\nSillitoe mengidentifikasi tiga alasan utama melambatnya penemuan tembaga saat ini: pengurangan signifikan anggaran untuk eksplorasi greenfield generatif, semakin berkurangnya jumlah cebakan yang mudah diakses di permukaan, serta berkurangnya waktu yang dihabiskan para geolog di lapangan. Faktor-faktor ini, menurutnya, secara kolektif telah membatasi kemampuan industri untuk menemukan cebakan kelas dunia yang baru.\nUntuk membalikkan tren ini, Sillitoe menekankan bahwa peningkatan tingkat penemuan memerlukan kombinasi faktor: upaya kuat para geolog lapangan yang didukung oleh geokimia, geofisika, riset akademis, dan alat teknologi terbaru; pemikiran yang lebih kreatif serta pengembangan konsep eksplorasi baru; alokasi waktu yang lebih besar untuk berpikir kritis dengan hambatan birokrasi yang lebih sedikit; serta kesediaan menerima risiko geologi yang lebih tinggi sebagai imbalan atas berkurangnya batasan terkait ESG.\nMerangkum filosofinya, Sillitoe mempresentasikan apa yang ia sebut sebagai “rumus ajaib penemuan”: kerja lapangan berkualitas tinggi yang terintegrasi dengan teknik geokimia dan geofisika yang tepat, ditambah keberanian untuk melakukan pengeboran yang lebih dalam.\nPesannya jelas: meskipun teknologi dan data merupakan alat yang kuat, inti dari penemuan mineral tetap berada di lapangan, tempat para geolog menerapkan kreativitas, berpikir kritis, serta keberanian untuk menguji ide-ide berani.

connect

mari diskusi!

hubungi kami